Humas- Dalam mewujudkan fungsi pembinaan yang efektif untuk para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) selama berada di dalam Lapas, jajaran Lapas Sekayu terus melakukan pembinaan kemandirian bagi warga binaannya. Harapannya WBP akan menjadi pribadi yang berkarakter baik/patuh dan memiliki keterampilan/kecakapan sebagai bekal mencari nafkah/penghasilan yang halal dan baik setelah bebas dari dalam Lapas nantinya.

Pembinaan kemandirian di Lapas Sekayu utamanya dilaksanakan secara terprogram dan terencana sesuai dengan dukungan sarana dan prasarana. Keterbatasan sarana dan prasarana serta anggaran menjadi tantangan bagi jajaran Sub Seksi Kegiatan Kerja untuk bisa tetap melaksanakan program-program kerja yang bermanfaat serta mengakomodasi bakat dan minat dari WBP.

Seperti terpantau pada Jum’at (24/07), dari dalam bengkel kerja yang luasnya hanya 10m x 10m hasil kerja produksi para WBP melalui kerajinan rotan berhasil terjual. Apeni Kasbarua, Kepala Sub Seksi Kegiatan Kerja yang mendampingi para WBP berharap kegiatan pembinaan ini dapat memberikan bekal keterampilan bagi WBP sehingga setelah selesai menjalani masa pidananya bisa menjadi bekal hidup di tengah-tengah masyarakat, bersaing dalam bursa tenaga kerja, membuka lapangan kerja agar mencegah mereka untuk mengulangi tindak pidana, menunjang terwujudnya keamanan dan ketertiban.

“selain kerajinan rotan kita juga (Giatja Lapas Sekayu) memproduksi berbagai macam kerajinan diantaranya mebeler, seni ukir kayu, kerajinan kandang burung, kerajinan Las dan masih banyak lagi” ujar polsuspas angkatan tahun 2007 ini. Apeni menambahkan, untuk saat ini Giatja Lapas Sekayu sedang fokus untuk memenuhi kebutuhan pasar yang sudah memesan hasil kerajinan dari Lapas Sekayu. “untuk saat ini Giatja Lapas Sekayu sedang memenuhi kebutuhan target pesanan dari masyarakat sebanyak 1000 unit”

Sementara itu Kepala Lapas Kelas IIB Sekayu Jhonny H Gultom melalui Plh. Kasibinadik & Giatja Tri Nopa Yanda mengatakan “kegiatan ini sangat positif bagi pembinaan kemandirian Warga Binaan sebelum Warga Binaan tersebut kembali lagi ketengah tengah masyarakat. Kami dalam hal ini Lapas Kelas IIB Sekayu bekerja sama dengan Pihak ketiga (UD. Rotan Jaya) terus memberikan pelatihan pelatihan kepada warga binaan, dan alhamdulillah mendapatkan respon yang luarbisa dari warga binaan itu sendiri” “kita juga bekerja sama dengan Balai Latihan Kerja, Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja, Dinas Perikanan, Dinas Pertanian, Dinas Sosial dalam memberikan pelatihan kepada warga binaan” ujar pria yang kerap disapa Nopa itu.

Nopa menambahkan hasil kerajinan warga binaan tersebut sudah dipasarkan secara online, dan secara langsung oleh pihak ketiga. Nopa juga berharap kedepannya ada tempat yang lebih luas lagi (bengkel kerja) untuk warga binaan berkreasi dan berkarya guna memberikan keterampilan agar menjadi manusia yang mandiri. pungkasnya. [foto/editor/rilis : humas lapas sekayu]